AYATAL QURAN TENTANG AKHLAK MULIA â€" ISLAM AL QURAN INFO. DALIL DALIL TENTANG AKHLAK SITI RAHMAYANTI. DALIL KHITAN PUSAT merupakan sumber sumber hukum dalam Islam yaitu Al Qur’an dan Al Hadits ' 'Hadits Tentang Akhlak GORESAN SANG PENCARI KEARIFAN June 7th, 2018 - Dalam Islam akhlak merupakan sistem nilai yang merupakan Akhlaktercela. 1. Takabur. 1. Pengertian Takabur. Takabur yang biasa diartikan dengan "kesombongan", berarti sifat dan sikap merendahkan orang lain dan bisa menolak al-haqq (kebenaran). Takabur juga berupa rasa kekaguman terhadap diri, sikap suka membesar-besarkan dan menonjolkan diri. Takabur ini sendiri dicela oleh al-Qur'an: Ÿwur ö. HADISThadist tentang kesombongan cukup sering disebutkan oleh Nabi. Kesombongan ialah merupakan sebuah akhlak yang tercela yang perlu dan harus dijauhi oleh setiap kaum muslim. Sikap sombong ialah memandang diri berada diatas kebenaran dan lebih merasa mulia dibandingkan orang lain. Orang yang sombong juga akan merasa bahwa dirinya lebih 1 Rasulullah saw.bersabda: " seandainya akhlak buruk itu seseorang yang berjalan ditengah-tengah manusia, ia pasti seseorang yang buruk. Sesungguhnya Allah tidak menjadikan perangiku jahat.". 2. Rasulullah saw bersabda: " sesungguhnya akhlak tercela merusak kebaikan sebagaimana cuka merusak madu". C. Macam- Macam Akhlak Terpuji. daliltentang akhlak tercela. 1479. Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Jauhilah sifat hasad, karena hasad itu memakan (pahala) kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.". Riwayat Abu Dawud. Akhlaktercela merupakan sifat jelek yang tumbuh pada diri manusia yang akibatnya akan di jauhi oleh teman, kerabat atau orang-orang di sekitarnya. Setiap orang yang memiliki sifat tidak baik akan kemungkinan di benci dan tidak disukai oleh orang lain. Selain di benci oleh setiap individu , sifat itu akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Hadistentang kesombongan - Kesombongan atau takabbur adalah salah satu akhlak tercela yang harus dijauhi oleh setiap muslim. Sikap sombong adalah memandang diri berada di atas kebenaran dan merasa lebih mulia dibandingkan orang lain. Orang yang sombong akan merasa dirinya sempurna, menganggap remeh orang lain, serta sulit menerima kebenaran dari orang lain. Haditsini shahîh diriwayatkan oleh: Al-Bukhâri (no. , 6120), Ahmad (IV/121, 122, Ada beberapa pendapat ulama mengenai penafsiran dari perintah dalam hadits ini, di antaranya: Malu yang mencegah seseorang dari menuntut ilmu dan mencari kebenaran adalah malu yang tercela. Setiap agama memiliki akhlak dan akhlak Islam adalah malu. Dansalah satu akhlak tercela yang ada di muka bumi ini, yang telah diperingatkan oleh suri teladan umat Islam, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, adalah tergesa-gesa. Makna "tergesa-gesa" Tergesa-gesa dalam bahasa Arab adalah isti'jal, 'ajalah, dan tasarru'. Yang keseluruhannya memiliki makna yang sama. Banyakayat Al-Qur'an dan hadis yang menjelaskan tentang keburukan sifat takabur tersebut, antara lain pada Firman Allah dalam Al-Qur'an Surah al-A'raf [7]: 146. Berdasarkan pembahasan mengenai akhlak-akhlak tercela, penulis memberi saran sebagai umat muslim seharusnya memberikan perhatian penuh terhadap masalah pembersihan hati dari Denganmemahami materi tentang akhlak tercela atau akhlak mazmumah ini yaitu diantaranya namimah dan gibah, AL QUR'AN HADIST KELAS 12 : AYAT-AYAT DAN HADIST TENTANG DEMOKRASI. B udaya bermusyawarah perlu dilestarikan dan dibudidayakan. Kumpulan Materi Fiqih Kelas 10, 11, 12 Kurikulum 13 SMA/MA/SMK Se-Derajat AkhlakTercela (Al Akhlaaqul Madzmuumah) Adalah tindakan buruk terhadap Allah, setiap orang, dan makhluk-makhluk ciptaan Allah yang lain. Contoh dari akhlak buruk diantaranya adalah sebagai berikut : Berdusta, Mengumpat, Mengadu domba, Iri hati/dengki dan; Angkuh; Hadis Tentang Menyepurnakan Akhlak. 21Hadits Tentang Akhlak. Berikut beberapa hadits tentang akhlak yang menunjukkan keutamaan dan pentingnya akhlak mulia : قال رسولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- : "إِنَّ لِكُلِّ دِيْنِ خُلُقًا وَخُلُقُ الإسلامَ الْحَيَاءُ. Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, dia Rasulullahshallallahu 'alaihi wasallam bersabda. وَإِنَّ سُوْءَ الْخُلُقِ يُفْسِدُ الْعَمَلَ كَمَا يُفْسِدُ الْخَلُّ الْعَسَلَ. Dan sesungguhnya akhlak yang buruk merusak amal (shaleh) sebagaimana cuka yang merusak madu (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Awshath (I/259 Berikutdapat disimpulkan beberapa poin tentang definisi ghibah diatas: 1. Membicarakan keburukan orang lain tanpa sepengetahuan yang dibicarakan, baik dengan ucapan, sindiran ataupun dengan isyarat. 2. Menbicarakan aib orang lain,walaupun yang dibicarakan adalah benar adanya pada diri yang dibicarakan. 3. Fa5HVju. - Islam mendorong umatnya untuk mempraktikkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran tentang akhlak ini tertuang dalam banyak nas Al-Quran dan hadis. Bahkan, misi ajaran Islam adalah untuk menyempurnakan akhlak umat manusia. Hal ini tergambar dalam sabda Rasulullah SAW "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak," Baihaqi. Urgensi akhlak dalam Islam hadir dalam bentuk disiplin ilmu tersendiri, yaitu ilmu akhlak, sebagaimana dilansir NU Online. Kadang kala, ia diintegrasikan dengan tasawuf dan filsafat karena berhubungan erat dengan konsep etika dan moralitas dalam Islam. Dari sisi bahasa, akhlak artinya budi pekerti atau kelakuan seseorang. Sementara itu, berdasarkan istilah, akhlak berarti kumpulan sifat yang dimiliki seseorang yang melahirkan perbuatan baik dan buruk akhlak mahmudah dan akhlak madzmumah. Ulama besar dan filosof Islam Al-Ghazali mendefinisikan akhlak sebagai sifat yang tertanam dalam jiwa seseorang, darinya lahir perbuatan yang mudah tanpa pertimbangan pikiran terlebih dahulu. Cakupannya luas, mulai dari hubungan hamba dengan Tuhannya vertikal dalam bentuk ritual keagamaan, dalam bentuk pergaulan sesama manusia horizontal, dan juga sifat serta sikap yang terpantul terhadap semua makhluk alam semesta. Ayat-ayat Al-Quran tentang Akhlak Dalil mengenai akhlak ini tertera dalam banyak ayat Al-Quran, di antaranya adalah sebagai berikut. 1. QS. Surah Al Baqarah Ayat 152-153فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ Bacaan latinnya "Fażkurụnī ażkurkum wasykurụ lī wa lā takfuruun"Artinya "Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku," QS. Al-Baqarah [2] 152. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ Bacaan latinnya "Yā ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn"Artinya "Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar," QS. Al-Baqarah [2] 153. 2. QS. Surah Al-A’raf Ayat 199خُذِ الۡعَفۡوَ وَ اۡمُرۡ بِالۡعُرۡفِ وَ اَعۡرِضۡ عَنِ الۡجٰہِلِیۡنَ Bacaan latinnya "Khudzil afwa wa’mur bil urfi waa’ridh anil jaahiliina"Artinya "Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh," QS. Al-A’raf [7] 199. 3. QS. Surah Al-'Ankabût Ayat 45اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ Bacaan latinnya "Utlu mā ụḥiya ilaika minal-kitābi wa aqimiṣ-ṣalāh, innaṣ-ṣalāta tan-hā 'anil-faḥsyā`i wal-mungkar, walażikrullāhi akbar, wallāhu ya'lamu mā taṣna'uun"Artinya "Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab Al-Quran dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah salat adalah lebih besar keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan," QS. Al-'Ankabût [29] 45. 4. QS. Surah Al-Anbiya’ Ayat 83وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ Bacaan latinnya "Wa-ai-yuuba idz naada rabbahu annii massaniyadh-dhurru wa-anta arhamurraahimiina"Artinya "Dan ingatlah kisah Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang'," QS. Al-Anbiya [21] 83. 5. QS. Surah Yusuf Ayat 87Bacaan latinnya "Yā baniyyaż-habụ fa taḥassasụ miy yụsufa wa akhīhi wa lā tai`asụ mir rauḥillāh, innahụ lā yai`asu mir rauḥillāhi illal-qaumul-kāfiruun"يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ Artinya "Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir," QS. Yusuf [12] 87.Baca juga 114 Nama Surah di Al Quran & Artinya dari Al Fatihah sampai An-Nas Rangkuman PAI Bukti Kemuliaan Manusia dalam Al-Quran & Dalilnya - Sosial Budaya Kontributor Abdul HadiPenulis Abdul HadiEditor Dhita Koesno PENDAHULUAN Manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dituntut untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan yang ada. Ada hal pokok yang tidak bisa ditinggalkan manusia dalam bersosialisasi dengan masyarakat, yaitu Akhlak. Manusia harus mengetahui dan bisa memahami akhlak masyarakatnya. Dalam hidup, terdapat dua macam akhlak/perilaku, ada akhlak terpuji dan ada juga yang tercela. Akhlak yang terpuji akan berdampak positif pada pelakunya adapun akhlak tercela, akan membawa dampak negatif. Dengan akhlak yang terpuji manusia dapat mendapatkan derajat yang tinggi, baik di mata Allah swt, sesama manusia dan semua makhluk Allah swt yang lain termasuk jin dan malaikat. Selain akhlak terpuji, manusia juga bisa memiliki perilaku tercela yang harus ditinggalkan karena akan menurunkan derajatnya di mata Allah dan makhluk-makhluk-Nya yang lain. Dalam makalah ini penyaji akan memaparkan beberapa hadits berkenaan akhlak terpuji dan tercela, serta akan disinggung hadits mengenai sunnah dan bid’ah. PEMBAHASAN A. AKHLAK TERPUJI DAN TERCELA Berlaku Jujur عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ الصِّدْقَ بِرٌّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِنَّ الْكَذِبَ فُجُورٌ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ كَذَّابًا متفق عليه Artinya “Dari Ibnu Mas’ud ra. Berkata, Rasulullah saw. Bersabda “sesungguhnya shidiq kejujuran itu membawa kepada kebaikan, Dan kebaikan itu membawa ke surga. Seseorang akan selalu bertindak jujur sehingga ia ditulis di sisi Allah swt sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya dusta itu membawa kepada kejahatan, dan kejahatan itu membawa ke neraka. Seseorang akan selalu berdusta sehingga ia ditulis di sisi Allah swt sebagai pendusta”. Muttafaq Alaih. Larangan Berburuk Sangka حَدِيْثُ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالظَّنِّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ. وَلاَ تَحَسَّسُوْا، وَلاَ تَجَسَّسُوْا، وَلاَ تَنَاجَشُوْا، وَلاَ تَحَاسَدُوْا، وَلاَ تَبَاغَضُوْا، وَلاَ تَدَابَرُوْا، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا. أخرجه البخارى في 78. كتاب الأدب Artinya “Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW, bersabda, ”Berhati-hatilah kalian dari buruk sangka sebab buruk sangka itu sedusta-dusta cerita Berita, jangan menyelidiki, jangan memata-matai mengamati kesalahan orang lain, jangan tawar-menawar untuk menjerumuskan orang lain, jangan hasut-menghasut jangan benci-membenci, jangan belakang-membelakangi dan jadilah kalian sebagai hamba Allah itu saudara.” Dikeluarkan oleh Bukhari dalam 78 kitab “Al-Adab “ 62 bab ;”Hijrah dan sabda Rasulullah SAW. Tidak dihalalkan bagi seorang laki-laki seseorang menjauhi saudaranya lebih dari tiga hari’. عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه و سلم قال إياكم والظن فإن الظن أكذب الحديث ولا تحسسوا ولا تجسسوا ولا تحاسدوا ولا تدابروا ولا تباغضوا وكونوا عباد الله إخوانا رواه البخاري Artinya Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda ”jauhilah oleh kalian berprasangka, karena Sesungguhnya berprasangka itu ucapan paling dusta. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah memata-matai, janganlah saling bersaing, iri hati, benci dan berselisih. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara”. Bukhari. Anjuran Berlaku Mulia Terhadap Orang Lain عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يؤذ جاره ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت رواه البخاري Artinya Dari Abu Hurairah ra. Bahwa Rasulullah saw bersabda “barang siapa yang beriman kepada Allah swt dan hari akhir, maka janganlah ia menyakiti tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah swt dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah swt dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam”. Muttafaq Alaih. Tidak Membuat Keresahan عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم قال إياكم والجلوس في الطرقات. فقالوا ما لنا بد إنما هي مجالسنا نتحدث فيها. قال فإذا أبيتم إلا المجالس فأعطوا الطريق حقها. قالوا وما حق الطريق؟ قال غض البصر وكف الأذى ورد السلام وأمر بالمعروف ونهي عن المنكر رواه البخاري و مسلم Artinya Dari abu sa’id al-khudry ra dari nabi saw. Beliau bersabda “jauhilah duduk-duduk di tepi jalan!” para sahabat terbanya “wahai rasulullah kami tidak bisa meninggalkan tempat-tempat itu, karena di tempat itulah kami membicarakan sesuatu” rasulullah saw bersabda “apabila kalian tidak bisa meninggalkan dududk-duduk di sana, maka penuhilah hak jalan itu” para sahabat bertanya “apakah hak jalan itu, wahai rasulullah?” beliau menjawab “memejamkan mata, tidak mengganggu, menjawab salam, amar ma’ruf dan nahi munkar”. Bukhari dan Muslim. Larangan Menggunjing عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ. قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ. قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِى أَخِى مَا أَقُولُ قَالَ إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ رواه مسلم Artinya Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bertanya “tahukah kamu sekalian, apakah menggunjing itu?” para sahabat berkata “Allah swt dan Rasul-Nya lebih mengetahui’. Beliau bersabda “yaitu bila kamu menceritakan keadaan saudaramu yang ia tidak menyenanginya”. Ada seorang sahabat bertanya “bagaimana seandainya saya menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada saudara saya itu?” beliau menjawab “apabila kamu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada saudaramu itu, maka berarti kamu telah menggunjingnya, dan apabila kamu menceritakan apa yang sebenarnya tidak terjadi pada saudaramu, maka kamu benar-benar membohongkannya”. Muslim Berbakti Pada Orang Tua عن ابي عبدالرحمن عبدالله بن مسعود رضي الله عنه قالسالت النبي صاى العمل احب الى الله تعالى؟قالالصلاة على وقتها. قلتثم اىقالبر ثم اى؟الجهاد فى سبيل الله متفق عليه Diriwayatkan dari Abu abdirrahman Abdullah ibnu mas’ud RA,dia berkataaku bertanya kepada Nabi SAWapa amalan yang paling disukai oleh Allah SWT?Beliau menjawab “Shalat tepat pada waktunya”.aku bertanya lagikemudian apa?Beliau menjawab “Birrul walidain”.kemudian aku bertanya lagiseterusnya apa?Beliau menjawab “Jihad fi sabilillah”.Muttafaq Alaih Larangan Marah عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي، قَالَ لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً، قَالَ لاَ تَغْضَبْ [رواه البخاري] Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam Ya Rasulullah nasihatilah saya. Beliau bersabda Jangan kamu marah. Beliau menanyakan hal itu berkali-kali. Maka beliau bersabda Jangan engkau marah. Riwayat Bukhori B. SUNNAH DAN BID’AH من سن سنة حسنة فله أجرها و أجر من عمل بها الى يوم القبامة و من سن سنة سيءة فعليه وزرها من عمل بها الى يوم القيامة رواه البخارى “Barang siapa mengadakan sunnah atau jalan yang baik, maka baginya pahala atas jalan yang ditempuhnya ditambah pahala orang-orang yang mengajarkannya sampai hari kiamat. Dan barang siapa mengadakan sunnah atau jalan yang buruk, maka atasnya dosa karena jalannya buruk yang ditempuhnya ditambah dosa orang yang mengerjakannya sampai hari kiamat.” Riwayat Bukhori مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ رواه البخاري “Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini urusan agama yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak” HR. Bukhari no. 2697 أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، لَيُرْفَعَنَّ إِلَىَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لأُنَاوِلَهُمُ اخْتُلِجُوا دُونِى فَأَقُولُ أَىْ رَبِّ أَصْحَابِى . يَقُولُ لاَ تَدْرِى مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ “Aku akan mendahului kalian di al haudh telaga. Lalu ditampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan minuman untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, Wahai Rabbku, ini adalah umatku’. Allah berfirman, Engkau tidak tahu bid’ah yang mereka ada-adakan sepeninggalmu’ “ HR. Bukhari no. 6576,. إِنَّهُمْ مِنِّى . فَيُقَالُ إِنَّكَ لاَ تَدْرِى مَا بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ بَدَّلَ بَعْدِى “Wahai Rabb, sungguh mereka bagian dari pengikutku. Lalu Allah berfirman, Sungguh engkau tidak tahu bahwa sepeninggalmu mereka telah mengganti ajaranmu”. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengatakan, “Celaka, celaka bagi orang yang telah mengganti ajaranku sesudahku”HR. Bukhari no. 7050. جَاءَ ثَلَاثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوتِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُونَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَلَمَّا أُخْبِرُوا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوهَا ، فَقَالُوا وَأَيْنَ نَحْنُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ ؟ قَالَ أَحَدُهُمْ أَمَّا أَنَا ، فَإِنِّي أُصَلِّي اللَّيْلَ أَبَدًا ، وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَصُومُ الدَّهْرَ وَلَا أُفْطِرُ ، وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلَا أَتَزَوَّجُ أَبَدًا ، فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِمْ ، فَقَالَ ” أَنْتُمُ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا ، أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ ، وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ ، وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي “Ada tiga orang mendatangi rumah istri-istri Nabi shallallahu’alaihi wasallam dan bertanya tentang ibadah Nabi shallallahu’alaihi wasallam. ٍSetelah diberitakan kepada mereka, sepertinya mereka merasa hal itu masih sedikit bagi mereka. Mereka berkata, “Ibadah kita tak ada apa-apanya dibanding Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, bukankah beliau sudah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang?” Salah seorang dari mereka berkata, “Sungguh, aku akan shalat malam selama-lamanya” tanpa tidur. Kemudian yang lain berkata, “Kalau aku, sungguh aku akan berpuasa Dahr setahun penuh dan aku tidak akan berbuka”. Dan yang lain lagi berkata, “Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selama-lamanya”. Kemudian datanglah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam kepada mereka seraya bertanya “Kalian berkata begini dan begitu. Ada pun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa. Aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku” HR. Bukhari مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حتَّى أُحِبَّهُ “Barang siapa memusuhi salah seorang wali-Ku, sungguh Aku umumkan peperangan padanya. Tidaklah hamba-Ku bertaqarrub mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu ibadah yang lebih Aku cintai daripada ibadah/amalan yang Aku wajibkan atasnya. Senantiasa hamba-Ku bertaqarrub kepada-Ku dengan ibadah/amalan nafilah hingga Aku mencintainya.” HR. al-Bukhari no. 6502 PENUTUP Masih banyak lagi hadits-hadits yang membicarakan pokok-pokok tema bahasan kali ini, namun apa yang kami nukilkan di atas sudah cukup mewakili paparan mengenai hadits-hadits yang membahas akhlak dan sunnah serta bid’ah. Karena cakupan mengenai akhlak terpuji dan tercela, serta mengenai sunnah dan bid’ah begitu luas. Dalam makalah ini penyaji hanya memaparkan cakupan tersebut secara umum sebagaimana yang telah disinggung di atas. Pada intinya diharapkan setelah mengkaji makalah ini kita bisa mengambil faidah sehingga dapat berlaku selayaknya. Ayat-ayat Al Quran tentang akhlak terpuji dan akhlak tercela dalam bacaan Arab, arti serta penjelasan tafsir, diantaranya tentang akhlak kepada Allah dan akhlak kepada manusia juga 10 ayat tentang akhlak tercela dari surat Al Baqarah. Akhlak adalah hal yang penting bagi seorang muslim, terutama aqidah akhlak kita kepada Allah, bahkan di katakan belajar adab akhlak dahulu dari pada ilmu. Ini bukan tanpa alasan, karena orang yang beradab dan berakhlak mulia jika mempunyai ilmu akan mudah untuk mengamalkan dan tidak sombong dengan ilmunya. Tetapi jika orang tersebut mempunyai ilmu tapi tidak memiliki akhlak terpuji, akan rentan terhadap sikap sombong dan takabur serta merendahkan orang lain dengan ilmunya. Kali ini kami akan tuliskan ayat alquran tentang akhlak yang merupakan lanjutan dari artikel tentang akhlak, yang sebelumnya, sudah kami tuliskan hadits tentang akhlak dan penjelasannya, pengertian akhlak kepada Allah, silahkan anda baca artikel tersebut. Daftar IsiAyat Ayat Al Quran Tentang AkhlakAyat Al Quran Tentang Akhlak Kepada AllahAyat AL Quran Tentang Aqidah AkhlakAyat AL Quran Tentang Akhlak TawakalAyat Al Quran Tentang Akhlak SabarAyat AL Quran Tentang Akhlak BersyukurAyat AL Quran Tentang Akhlak Ridho Kepada AllahAyat AlQuran Tentang Akhlak IkhlasAyat Al Quran Tentang Akhlak Kepada ManusiaAyat Al Quran Tentang Akhlak Dalam PerkataanAyat Tentang Akhlak Dalam Berdebat10 Ayat Tentang Akhlak Tercela1. Surat Al-Baqarah Ayat 102. Surat Al-Baqarah Ayat 113. Surat Al-Baqarah Ayat 144. Surat Al-Baqarah Ayat 155. Surat Al-Baqarah Ayat 266. Surat Al-Baqarah Ayat 347. Surat Al-Baqarah Ayat 558. Surat Al-Baqarah Ayat 599. Surat Al-Baqarah Ayat 6010. Surat Al-Baqarah Ayat 8811. Surat Al-Baqarah Ayat 89Kesimpulan Seperti biasa, kami akan tuliskan ayat ayat Al Quran yang berkenaan dengan akhlak berdasarkan sub judul atau tema bahasan, agar kita mudah mencari tentang tema yang kita inginkan. Dalam bahasan kali ini tentang akhlak dalam Ayat Al Quran, maka bisa kita bagi menjadi dua, yaitu akhlak kepada Allah dan akhlak kepada manusia. Ayat Al Quran Tentang Akhlak Kepada Allah Secara garis besarnya akhlak kepada Allah adalah Aqidah akhlak berupa Tauhid, Tawakal, Syukur, Sabar, Ridho dan ikhlas. Ayat pertama yang akan kami tuliskan berikut tentang aqidah akhlak kepada Allah juga kepada manusia secara umum. Ayat AL Quran Tentang Aqidah Akhlak Al Quran Surat Al-Baqoroh ayat 83 لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّـهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا Artinya “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia” [al-Baqoroh 83] Penjelasan Ayat di atas berbicara tentang Aqidah akhlak kepada Allah dan juga akhlak kepada manusia secara umum di antaranya kepada Orang tua, kerabat, anak yatim dan orang miskin. Ayat ini secara urutan, pertama menjelaskan tentang tauhid, dan ini adalah salah satu pokok aqidah akhlak berupa tauhid, ini juga dalil akan pentingnya akhlak kepada Allah dibandingkan akhlak kepada manusia. Karena setelah mengatakan terlarangnya penyembahan kepada selain Allah, baru di ikuti dengan berbuat baik kepada manusia secara umum,di mulai dari orang tua, kerabat,anak yatim dan orang yang fakir. Untuk bahasan yang pertama aqidah akhlak silahkan baca pembahasan tentang akhlak kepada Allah, dan untuk akhlak terpuji kepada manusia bahasan lengkapnya baca pada artikel akhlak mahmudah. Ayat AL Quran Tentang Akhlak Tawakal Quran Surat Al-Mulk Ayat 29 قُلْ هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ءَامَنَّا بِهِۦ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ Artinya Katakanlah “Dialah Allah Yang Maha Penyayang kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah kami bertawakkal. Kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata”. [QS Al Mulk ayat 29] Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 217 وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱلْعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ Artinya Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang [ QS Asy-Syu’ara Ayat 217] Penjelasan Tawakal artinya menggantungkan segala sesuatunya hanya kepada Allah semata, karena semua yang terjadi si muka bumi dan seluruh alam terjadi karena adanya kuasa dari Allah. Kita hanya di perintahkan untuk taat dan melakukan ikhtiar, tapi untuk hasil hanya Allah saja yang menentukan, karena hakikatnya apapun yang kita dapatkan itulah yang terbaik menurut Allah. Ayat Al Quran Tentang Akhlak Sabar Quran Surat Al-Baqarah Ayat 45 وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ Terjemah Arti Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ [Al Baqarah ayat 45]. Penjelasan Sabar adalah salah satu akhlak terpuji, karena dengan sabar kita bisa tenang menjalani hidup dan bisa menerima apapun keadaan kita, baik ketika tertimpa musibah maupun mendapatkan nikmat. Itulah kenapa sabar di dahulukan daripada sholat, karena sejatinya sabar adalah ketika kita di awal mendapatkan musibah, setelah sabar baru kita berdoa dengan melaksanakan sholat, untuk bahasan sabar silahkan baca ayat Al Quran tentang sabar. Ayat AL Quran Tentang Akhlak Bersyukur Quran Surat Al-Baqarah Ayat 152 فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ Artinya Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku. [Al Baqarah ayat 152]. Penjelasan Bersyukur adalah salah satu bentuk akhlak kita kepada Allah, karena dengan bersyukur artinya kita berterimakasaih kepada Allah, minimal dengan mengucapkan Hamdalah, yaitu “Alhamdulillah”. Dan syukur juga bisa di realisasikan dengan cara melakukan ketaatan kepada Allah, yaitu dengan melaksanakan setiap kewajiban yang di bebankan kepada kita. Ayat AL Quran Tentang Akhlak Ridho Kepada Allah Al Quran Surat Al Fajr ayat 28 ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً Artinya Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. [Al-Fajr ayat 28 Penjelasan Hati yang ridho atas apa yang telah di berikan Allah kepada kita adalah salah satu akhlak kepada Allah, karena semua yang telah Allah berikan kepada kita adalah baik, walaupun kita tidak puas dengan pemberian tersebut. Ayat AlQuran Tentang Akhlak Ikhlas قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ Artinya Katakanlah, “Tuhanku menyuruhku untuk berlaku adil. Dan hadapkanlah wajahmu kepada Allah pada setiap shalat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula. [ Al-A’raf ayat 29] Penjelasan Ikhlas disini maksudnya adalah beribadah hanya kepada Allah tanpa niat selainnya, karena ikhlas adalah pondasi penting dalam beramal. Barang siapa yang beramal tapi tidak ikhlas karena Allah maka ibadah yang di lakukan tersebut akan berubah menjadi riya, lihat, dari ibadah yang awalnya untuk mencari ridho dan pahala malah berubah menjadi dosa riya. Inilah pentingnya kita ikhlas kepada Allah, dan ini juga termasuk akhlak kita kepada Allah. Ayat Al Quran Tentang Akhlak Kepada Manusia Secara garis besar, Akhlak kepada manusia berupa perbuatan baik diantaranya, pemaaf, pemberi, berkata yang baik, tidak mudah emosi atau pemarah. Seperti dalam Surat Ali Imran ayat 133 dan 134 berikut وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ 133 الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنْ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ 134 Artinya Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. [Al Imran 133-134]. Ayat Al Quran Tentang Akhlak Dalam Perkataan Al Quran Surat Al-Baqoroh ayat 83 وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا Artinya “Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia” [al-Baqoroh 83] Al Quran Surat Al-Isro ayat 23 وَلا تَنْهَرْ هُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا Artinya “Dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia” [al-Isro 23] Al Quran Surat Al-Isro ayat 53 وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ Artinya “Dan Katakanlah kepada hamha-hamba-Ku “Hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang lebih baik benar” [al-Isro 53] Penjelasan Ayat ayat di atas adalah perintah agar kita berkata dengan baik, lembut dan benar atau tidak dusta, dan kesemuanya ini berbicara tentang akhlak dalam ucapan kita kepada manusia. Hal ini telah di contohkan oleh panutan kita Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam yang selalu berkata baik dan benar serta lembut tidak kasar dan tidak membentak. Ayat Tentang Akhlak Dalam Berdebat Al Quran Surat Al-Ankabut ayat 46 وَلا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ Artinya “Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka” [al-Ankabut 46] Penjelasan Ayat di atas berbicara tentang perdebatan dengan ahli kitab, yaitu yahudi dan nasrani, dan Allah Azza wa jalla memerintahkan kepada kita sebagai kaum Muslimin agar berdebat dengan akhlak dan cara yang baik. Karena tujuan debat dengan mereka adalah dalam rangka dakwah agar mereka masuk ke dalam agama yang hak yaitu Islam. Tapi jika ahli kitab tersebut adalah orang yang zalim dan akan memerangi kita, maka lawan dan perangi mereka, agar mereka tunduk, jika mereka masih dengan kekafirannya maka mereka di wajibkan bayar jiziah atau upeti. Tentu ini berbicara di masa kejayaan islam dahulu, dan sebenarnya untuk saat inipun masih berlaku, hanya saja tidak bisa kita memerangi diantara mereka yang zalim, karena kerusakan yang di timbulkan akan lebih besar. Berbeda jika debat tersebut sesama Islam, maka ada aturan aturan tertentu yang butuh penjelasan rinci tentang boleh tidaknya dan juga tentang maslahat dan mafsadatnya, mudah mudahan nanti bisa kami tuliskan artikel khusus tentang debat dalam islam. 10 Ayat Tentang Akhlak Tercela 10 Ayat tentang akhlak tercela ini kami tuliskan dari surat Al Baqarah, berikut ayat ayat yang menerangkan tentang akhlak tercela. 1. Surat Al-Baqarah Ayat 10 فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ Artinya Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta [AL Baqarah ayat 10] 2. Surat Al-Baqarah Ayat 11 وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ Artinya Dan bila dikatakan kepada mereka “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. 3. Surat Al-Baqarah Ayat 14 وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ Artinya Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan “Kami telah beriman”. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok”. 4. Surat Al-Baqarah Ayat 15 اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ Artinya Allah akan membalas olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. 5. Surat Al-Baqarah Ayat 26 إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ Artinya Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?”. Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu pula banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, 6. Surat Al-Baqarah Ayat 34 وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ Artinya Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. 7. Surat Al-Baqarah Ayat 55 وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَىٰ لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ Artinya Dan ingatlah, ketika kamu berkata “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya”. 8. Surat Al-Baqarah Ayat 59 فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ Artinya Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan mengerjakan yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu dari langit, karena mereka berbuat fasik. 9. Surat Al-Baqarah Ayat 60 وَإِذِ اسْتَسْقَىٰ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ ۖ فَانْفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُمْ ۖ كُلُوا وَاشْرَبُوا مِنْ رِزْقِ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ Artinya Dan ingatlah ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman “Pukullah batu itu dengan tongkatmu”. Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya masing-masing. Makan dan minumlah rezeki yang diberikan Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan. 10. Surat Al-Baqarah Ayat 88 وَقَالُوا قُلُوبُنَا غُلْفٌ ۚ بَلْ لَعَنَهُمُ اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيلًا مَا يُؤْمِنُونَ Artinya Dan mereka berkata “Hati kami tertutup”. Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman. Kami tambahkan 1 ayat lagi agar lengkap 11, yaitu aurat Al Baqarah ayat 89 berikut 11. Surat Al-Baqarah Ayat 89 وَلَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ ۚ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ Artinya Dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon kedatangan Nabi untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu. Kesimpulan Ayat ayat tentang akhlak di atas adalah dalil tentang akhlak kepada Allah dan kepada manusia, akhlak kepada Allah adalah akidah akhlak, akhlak dalam ibadah dan akhlak dalam ketundukan kepada apa apa yang di perintahkan dan yang di larang. Akhlak kepada manusia adalah akhlak berupa perbuatan baik kepada sesama, seperti berkata lembut tidak kasar, pemaaf, tidak emosian atau pemarah, memberi dan kebaikan secara umum. Akhlak yang harus menjadi prioritas adalah akhlak kepada Allah, karena dengannya kita menjadi muslim dan dengannya keridhoan Allah akan kita dapatkan. Setelah akhlak kepada Allah kita lakukan selanjutnya perbaiki juga akhlak kita kepada manusia agar hubungan kita baik kepada Allah dan kepada manusia. Demikian semoga bermanfaat bahasan kali ini yang berkaitan dengan ayat al quran tentang akhlak, wallahu a’lam. Baca Juga Hadits Tentang AKhlak dan Penjelasannya Terdapat banyak hadits tentang akhlak yang berasal dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Isi dari hadits-hadits itu adalah perintah, hasungan, dan keutamaan memilikinya. Adanya hadits-hadits tersebut menjadi bukti pentingnya kita untuk memperhatikan perkara yang satu ini. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri juga bersabda “Sesungguhnya tiada lain aku diutus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang baik.” [Hr. Ahmad] Oleh karenanya, saya harap hadits-hadits yang akan saya sampaikan di bawah ini dapat menjadi nasehat dan motivasi. Baik untuk saya sendiri khususnya dan Anda semua, agar kita dapat memperbaiki perilaku kita sehingga memiliki akhlak mulia. Berikut ini akan kami tuliskan hadits Nabi tentang akhlak dengan tulisan Arab beserta arti. Semoga bermanfaat. Hadits Pertama Memiliki Rasa Malu Dari Anas, dia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda إِنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا، وَخُلُقُ الْإِسْلَامِ الْحَيَاءُ “Sesungguhnya bagi setiap agama itu ada akhlak, dan akhlak Islam adalah rasa malu.” [Hr. Ibnu Majah] Hadits Kedua Allah Membenci Akhlak yang Rendah Dari Sahl bin Saad, dia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ، وَيُحِبُّ مَعَالِيَ الْأَخْلَاقِ، وَيَكْرَهُ سَفْسَافَهَا “Sesungguhnya Allah azza wa jala itu mulia dan menyukai orang mulia. Dia juga menyukai akhlak-akhlak yang tinggi dan membenci akhlak-akhlak yang tercela.” [Hr. Ath-Thabrani] Hadits Ketiga Seorang Muslim Tidak Berlaku Keji Dari Abdullah bin Amr radliyallahu anhuma, dia berkata لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاحِشًا وَلاَ مُتَفَحِّشًا. وَكَانَ يَقُولُ إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلاَقًا Nabi shallallahu alaihi wa salam tidak pernah berlaku keji dalam perbuatan dan ucapan. Beliau bersabda “Sesungguhnya orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling bagus akhlaknya.” [Hr. Al-Bukhari] Hadits Keempat Baiknya Akhlak Suami Terhadap Istri Dari Abu Hurairah, dia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَخَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِنِسَائِهِمْ Orang beriman yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling bagus akhlaknya dari mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik kepada istrinya.” [Hr. At-Tirmidzi] Hadits Kelima Mencapai Derajat Ahli Shalat dan Puasa Dari Abu Darda, dia berkata Aku mendengar Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda مَا مِنْ شَيْءٍ يُوضَعُ فِي المِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الخُلُقِ. وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ “Tidaklah ada sesuatu yang diletakkan pada mizan timbangan amal yang lebih berat daripada akhlak yang bagus. Sesungguhnya pemilik akhlak yang bagus mencapai derajat ahli shalat dan puasa dengannya.” [Hr. At-Tirmidzi] Hadits Keenam Rumah di Tingkatan Teratas dari Syurga Dari Abu Umamah, dia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا، وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ “Aku menjamin dengan suatu rumah di pinggir syurga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun dia berhak, dengan rumah di tengah syurga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun bercanda, dan dengan rumah di atas syurga bagi orang yang memperbaiki akhlaknya.” [Hr. Abu Dawud] Hadits Ketujuh Akhlak Kepada Lingkungan Dari Abu Dzar, dia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepadaku اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ “Bertaqwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada. Ikutilah keburukan dengan kebaikan maka dia akan menghapusnya. Pergaulilah manusia dengan akhlak yang bagus.” [Hr. At-Tirmidzi] Hadits Kedelapan Tinggal Berdekatan dengan Nabi Dari Jabir, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا، وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ وَالمُتَشَدِّقُونَ وَالمُتَفَيْهِقُونَ، قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَدْ عَلِمْنَا الثَّرْثَارُونَ وَالمُتَشَدِّقُونَ فَمَا المُتَفَيْهِقُونَ؟ قَالَ المُتَكَبِّرُونَ “Sesungguhnya orang yang orang yang paling aku cintai dan paling dekat kedudukannya dariku di Hari Kiamat adalah orang yang paling bagus akhlaknya dari kalian. Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh kedudukannya dariku di Hari Kiamat adalah Ats-Tsartsarun, Al-Mutasyaddiqun, dan Al-Mutafayhiqun.” Mereka bertanya Wahai Rasulullah, kami telah tahu mengenai Ats-Tsartsarun dan Al-Mutasyaddiqun, lalu apakah Al-Mutafayhiqun? Beliau menjawab “Orang-orang yang sombong.” [Hr. At-Tirmidzi] Hadits Kesembilan Amalan yang Membawa Ke Syurga عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الجَنَّةَ، فَقَالَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الخُلُقِ، وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ، فَقَالَ الفَمُ وَالفَرْجُ Dari Abu Hurairah, dia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam syurga. Beliau menjawab “Taqwa kepada Allah dan akhlak yang bagus.” Beliau juga ditanya mengenai apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka. Maka beliau menjawab “Mulut dan kemaluan.” [Hr. At-Tirmidzi] Hadits Kesepuluh Akhlak Rasulullah عَنْ أَنَسٍ، قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا Dari Anas, dia berkata Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah manusia yang paling baik akhlaknya. [Muttafaqun alaih] Hadits Kesebelas Cara Memberatkan Timbangan Amal عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقِيَ أَبَا ذَرٍّ، فَقَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ، أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى خَصْلَتَيْنِ هُمَا أَخَفُّ عَلَى الظَّهْرِ، وَأَثْقَلُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ غَيْرِهِمَا؟ قَالَ بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ عَلَيْكَ بِحُسْنِ الْخُلُقِ، وَطُولِ الصَّمْتِ، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، مَا عَمِلَ الْخَلَائِقُ بِمِثْلِهِمَا Dari Anas, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bertemu dengan Abu Dzar. Beliau lalu bersabda “Wahai Abu Dzar, maukah kamu aku tunjukkan atas 2 perkara yang paling ringan di punggung dan paling berat di mizan timbangan amal daripada keduanya?” Dia berkata Ya, wahai Rasulullah. Beliau bersabda “Lazimilah akhlak yang bagus dan diam dalam waktu lama. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah ada makhluk yang berbuat dengan sebanding keduanya.” [Hr. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman] Demikianlah apa yang dapat kami sampaikan mengenai hadits tentang akhlak, semoga bermanfaat.

hadits tentang akhlak tercela